Tata cara sholat tahajud adalah hal yang penting untuk diketahui setiap Muslim. Meski sifatnya sunnah, sholat ini sayang untuk dilewatkan. Sebab, sholat tahajud menyimpan sejumlah keutamaan mulia.
Mengutip buku Bukan Akhir Dunia yang ditulis oleh Dian Nafi (2021), sholat tahajud disebut lebih indah daripada dunia dan isinya. Selain itu, umat Muslim yang melanggengkan sholat ini juga akan dijamin surga dan rizkinya di dunia.
Kendati demikian, tidak semua orang mampu menunaikan ibadah ini. Sebab, tata cara sholat tahajud harus dilakukan pada sepertiga malam, di mana banyak orang masih tertidur pulas.
Lantas, apa itu sholat tahajud dan bagaimana tata caranya yang benar? Untuk memahami lebih jelas, simak penjelasan berikut ini!
Niat Sholat Tahajud
Agar ibadah dianggap sah, umat Muslim harus menerapkan tata cara sholat tahajud yang baik dan benar. Tata cara sholat tahajud sama dengan sholat yang lainnya, yakni dimulai dengan niat.
Lebih lengkapnya, berikut tata cara sholat tahajud yang benar:
1. Membaca niat
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.
Artinya: Aku niat sholat sunat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.
2. Kemudian mengucapkan takbir (Allahu Akbar) sembari mengangkat kedua tangan sampai daun telinga.
3. Membaca surat Iftitah (sunnah) disusul membaca Al-Fatihah dan membaca surat pendek Al–Quran yang telah dihafalkan.
4. Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kembali lalu bangkit dari sujud dan mengulang membaca surat Al- Fatihah beserta surat pendek Al-Quran.
5. Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud, duduk tahiyat akhir dan salam.
Doa Setelah Sholat Tahajud
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Artinya, "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku.”
Pengertian Sholat Tahajud
Sholat tajahud adalah sholat yang dikerjakan pada waktu malam setelah isya hingga masuk waktu subuh, usai bangun tidur. Sholat satu ini lebih utama jika dikerjakan di waktu sepertiga malam terakhir, yakni pukul 01.00 - masuk waktu subuh.
Adapun waktu pelaksanaan sholat tahajud adalah sebagai berikut:
Sangat Utama: 1/3 malam pertama (Ba'da Isya - pukul 22.00)
Lebih Utama: 1/3 malam kedua (pukul 22.00 - 01.00)
Paling Utama: 1/3 malam terakhir (pukul 01.00 - Subuh)
Mengutip buku Panduan Sholat Untuk Perempuan: Kiat-kiat Sholat Khusyuk untuk Kepribadian Unggul oleh Dr. Nur Rofi'ah, sholat tahajud atau sholat lail mendapat perhatian khusus dari Rasulullah SAW.
Buktinya bisa dilihat dari perintah sholat tahajud yang tercatat di dalam Al-Quran, di mana Allah SWT berfirman:
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud sebagai sholat tambahan bagimu. Semoga Allah SWT mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (Q.S.: Al-Isra', 79)
"Sesungguhnya ada waktu pada malam hari yang tidak seorang pun dari seorang hamba yang berdoa pada saat itu untuk memohon kebaikan kecuali pasti akan Allah kabulkan." (HR Muslim)
Awalnya, tata cara sholat tahajud bersifat wajib. Namun, sholat satu ini akhirnya diubah menjadi sunah. Sholat ini pun hanya diwajibkan untuk Rasulullah SAW saja, bukan pada umatnya. Sebagaimana dikatakan dalam hadis berikut:
"Tiga hal yang bagiku wajib sedangkan bagi umatku adalah sunah yaitu sholat tengah malam (tahajud), witir, dan menggosok gigi (siwak)."
Hadis lain juga sempat membahas sholat tahajud:
"Paling baiknya sholat selain sholat wajib adalah sholat di tengah malam (tahajud)." (H.R. Muslim)
Sholat tahajud juga menjadi momen terbaik untuk bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan atau jalan keluar atas segala kesulitan. Selain itu, sholat ini juga memancarkan kejernihan jiwa serta raga seseorang.
Atas dasar inilah, sholat tahajud dianggap sebagai sholat istimewa bagi umat Muslim. Rasulullah SAW juga senantiasa berpesan kepada kaum Muslimin untuk mengerjakan sholat tahajud.
Rasulullah bersabda:
"Wahai manusia, tebarkanlah perdamaian, berikanlah makanan kepada yang tidak mampu, pereratlah tali persaudaraan, dan sholatlah di malam hari saat orang lain tidur, niscaya kalian masuk surga." (H.R. Hakim, Ibnu Majah, dan Turmudzi)
Hukum Sholat Tahajud
Sholat tahajud hukumnya adalah sunnah muakad atau sunnah yang mendekati wajib. Umat yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala.
Sementara itu mereka yang meninggalkannya tidak akan berdosa. Namun seperti dikatakan sebelumnya, sholat ini sayang apabila dilewatkan.
Jumlah rakaat sholat tahajud antara dua hingga delapan rakaat. Sholat ini sebaiknya dikerjakan sekuat tenaga. Apabila hanya mampu melaksanakan dua rakaat, maka hal itu sudah baik.
"Shalat malam itu adalah dua rakaat, dua rakaat. Apabila khawatir akan masuk waktu subuh maka berwitirlah satu rakaat saja." (HR Bukhari dan Muslim)
Yang terpenting dalam tata cara sholat tahajud adalah keberlanjutan pelaksanaan atau istiqomah. Sebagaimana dikatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah:
Rasulullah SAW bersabda,
"Jika kalian bangun di malam hai, maka hendaklah memulaia sholat dengan dua rakaat." (H.R. Muslim)
Oleh karena itu, umat Muslim yang terjaga di tengah malam sebaiknya segera mengerjakan tata cara sholat tahajud. Sebab pada momen tersebut, ada banyak malaikat turun dan mencatat doa-doa umat Islam, bagi mereka yang memanjatkan doa setelah melaksanakan sholat tahajud.
Makna Sholat Tahajud
Sholat tahajud memiliki makna tersendiri bagi setiap Muslim, yakni ibadah yang menghubungkan hati manusia dengan Allah SWT.
Umat Muslim yang mengerjakan tata cara sholat tahajud menjauhkan diri dari kenyamanan dan menghidupkan malam dengan menyendiri, hanya berdua dengan Allah.
Karena itulah, Allah SWT menyanjung mereka yang melaksanakan tata cara sholat tahajud melalui firman-Nya.
"(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?
Katakanlah, 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS Az-Zumar [39]:9)
Manfaat Sholat Tahajud
Setiap Muslim yang melaksanakan tata cara sholat tahajud tidak hanya mendapat keuntungan ruhiah, namun juga manfaat secara jasmaniah. Salah satunya adalah kesehatan, sebagaimana dikatakan dalam hadis ini:
"Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena itu merupakan kebiasaan orang saleh sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan menghindarkan penyakit dari badan." (HR. Amad, Tirmidzi, dan Hakim)
Berikut manfaat sholat tahajud untuk kesehatan yang dikutip dari buku Banjir Kemuliaan dengan Shalat Tahajud tulisan Achmad Al-Firdaus (2015):
1. Meningkatkan Kecerdasan
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa otak dapat mengolah informasi lebih efektif dalam keadaan di bawah sadar. Aktivitas otak ketika tidur berdampak positif pada kemampuan manusia dalam membuat keputusan saat terbangun.
Di samping itu, otak juga menghubungkan memori baru dengan memori lama. Apabila seseorang bangun untuk mengerjakan tata cara sholat tahajud, maka efek kerja otak setelah tidur akan terasa.
Sehingga otak lebih mudah mengingat sesuatu yang mungkin dilupakan sebelum tidur.
2. Mencegah Stres
Dengan melakukan tata cara sholat tahajud, seseorang dapat memusatkan pikiran, hati, dan aktivitas tubuh pada Allah SWT. Tidak hanya itu, ibadah ini juga dapat menimbulkan efek meditasi yang mampu memberi ketenangan dalam hati dan pikiran.
Seperti yang dikatakan oleh Muhammad Soleh dan Hadist Tirmizi:
"Shalat Tahajud mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga bisa digunakan sebagai chopping mechanism atau pereda stres yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secara natural."
"Shalat Tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan, dan menghindarkan dari penyakit." (HR. Tirmizi)
3. Memperkuat Daya Tahan Tubuh
Mereka yang mengerjakan sholat tahajud akan merasakan ketenangan batin. Ketenangan ini memiliki pengaruh positif untuk memulai aktivitas harian. Selain itu, sholat tahajud juga berdampak pada peningkatan daya tahan tubuh.
4. Mencegah Penyakit Jantung
Jantung koroner merupakan penyakit yang diakibatkan oleh tersumbatnya arteri jantung dan kolesterol. Seseorang yang jarang berolahraga dapat mengalami penyumbatan aliran darah yang bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung.
Ketika menjalankan tata cara sholat tahajud, tubuh akan berkeringat. Keluarnya keringat menandakan metabolisme pembakaran kolesterol yang baik untuk tubuh.
5. Terapi Otot dan Tulang
Mengerjakan tata cara sholat tahajud yang benar dapat memberikan berbagai manfaat, salah satunya terapi otot dan tulang. Gerakan dalam sholat, mulai dari berdiri, rukuk, sujud, hingga duduk adalah terapi medis, apabila dilakukan secara thumakninah.
6. Menjaga Kesehatan Lambung
Lambung membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk mencerna makanan. Namun, rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah delapan jam.
Makanan yang dicerna ini disalurkan ke usus halus, kemudian sari-sari makanan diserap di dalam usus halus dan diedarkan ke seluruh tubuh.
Apabila seseorang makan malam sekitar pukul 19.00 atau 20.00, maka delapan jam setelahnya lambung bekerja mencerna makanan. Sekitar pukul 03.00 atau 04.00, lambung menyelesaikan pekerjaannya dan penyerapan makanan oleh 12 usus jari berlangsung.
Jika seseorang melakukan gerakan sholat tahajud ada jam tersebut, maka penyerapan sari-sari makanan akan lebih optimal.(Al Ghifari)
Komentar
Posting Komentar